Thursday, April 16, 2009

TAMBANG

Ilmu Pertambangan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan pencarian, penyelidikan, study kelayakan, persiapan penambangan, penambangan, pengolahan dan penjualan mineral-mineral atau batuan yang memiliki arti ekonomis (berharga.

PROSPEKSI
Merupakan kegiatan penyelidikan, pencarian dan atau penemuan endapan mineral berharga yang merupakan tahap awal eksplorasi pada suatu daerah berdasarkan data geologi, geokimia dan geofisika. Istilah penyelidikan umum dalam UU tahun 1967 sama artinya dengan Prospeksi Mineral. Penyelidikan umum ini disebutkan sebagai penyelidikan secara geologi umum atau geofisika di daratan, perairan dan dari udara, segala sesuatu dengan maksud untuk membuat peta geologi umum atau menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian pada umumnya. Adanya letakan bahan galian yang ditetapkan pada penyelidikan umum lebih lanjut diteliti secara seksama pada tahap eksplorasi.

EKSPLORASI
Merupakan kegiatan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berharga yang antara lain meliputi kegiatan untuk mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan cadangan dari endapan bahan galian tersebut. Tahapan dalam pekerjaan eksplorasi :
1. Penyelidikan Umum
a. Study Pustaka
 Keadaan geologi regional
 Keadaan tektonik
 Keadaan paleogeography setting
 Batasan luas daerah kerja
b. Pengecekan dilapangan
 Mencari singkapan batuan dan batubara
 Mengambil contoh batuan dan batubara

2. Penyelidikan Pendahuluan
a. Memetakan daerah kegiatan
 Pemetaan topografi
 Pemetaan foto udara
b. Interpretasi keadaan geologi
 Stratigrafi kedudukan batubara
 Struktur geologi
c. Pemboran
 Korelasi
 Hasil perhitungan cadangan
 Bentuk geometri cadangan
 Perkiraan kualitas

3. Penyelidikan Detail
a. Pemboran
 Bentuk geometri endapan batubara lebih teliti dan perhitungan cadangan
 Anomaly geologi (sesar)
 Kualitas batubara (Analisa laboratorium dan sifat batubara)
b. Geofisika
 Stratigrafi kedudukan batubara lebih teliti
 Struktur geologi
 Bentuk endapan batubara
c. Penentuan metode penambangan

4. Commercial exploration programme

STUDY KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)
Merupakan kegiatan untuk menghitung dan mempertimbangkan suatu endapan bahan galian ditambang dan atau diusahakan secara menguntungkan. Sebelum kegiatan perencanaan dan perancangan tambang diperlukan kegiatan study kelayakan yang menyajikan beberapan informasi :
1. Pendahuluan, ringkasan, pengertian-pengertian
2. Umum : lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan, transportasi, dll
3. Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu dilindungi, reklamasi lahan, study khusus, perizinan.
4. Factor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan petrografi.
5. Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian, perhitungan jumlah cadangan, dan kadar rata-rata.
6. Perencanaan tambang : development, dan eksploitasi
7. Pengolahan : fasilitas ditempat yang diperlukan
8. Bangunan dipermukaan : lokasi dan perencanaan konstruksi
9. Fasilitas pendukung : listrik, pengadaan air, jalan masuk, lokasi tanah buangan, perumahan, dll
10. Karyawan : tenaga kerja dan staff
11. Pemasaran : survey ekonomi terhadap permintaan dan penawaran, harga kontrak jangka panjang, lahan pengganti, dll
12. Biaya : perkiraan biaya development dan biaya eksploitasi baik langsung tidak langsung dan biaya keseluruhan, biaya pengolahan, transportasi, peleburan, dll
13. Evaluasi ekonomi : evaluasi cadangan, klarifikasi cadangan dan sumber daya alam
14. Proyeksi keuntungan : perhitungan keuntungan minimal (margin) yang didasarkan pada kisaran COG dan harga

REKACIPTA TAMBANG (MINE DESIGN)
Merupakan kegiatan untuk merencanakan dan merancang suatu tambang berdasarkan study kelayakan dan hasil akhir eksplorasi endapan bahan galian. Menurut HL. Hartman dalam introductory mining engineering 1987, ada tiga factor merancang tambang pada perencanaan open pit yaitu :
1. Factor alam dan geologi : kondisi hydrologi, type endapan biji, topografi dan karakter metallurgi dari bijih maupun batuan
2. Factor ekonomi : kadar endapan bijih, jumlah endapan bijih, SR, COG, biaya operasi, biaya investasi, keuntungan yang dikehendaki, produksi rata-rata dan kondisi pasar
3. Factor teknik : peralatan, lereng, pit, tinggi jenjang, tanjakan jalan, batas KP dan batas pit
Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan tambang yaitu :
1. Menambang badan bijih sehingga biaya produksi persatuan berat logam adalah minimal
2. Mengupayakan operasi penambangan berjalan enak (lebar jalan dan jalan masuk)
3. Mengupayakan selalu tersedia singkapan bijih untuk mencegah kesalahan data eksplorasi
4. Selalu siap terhadap perubahan strip tanpa pengerahan peralatan, tenaga, schedule produksi
5. Operasi berjalan logis sejak schedule awal (pelatihan tenaga, peralatan, logistic, dll). Hal ini untuk memperkecil resiko penundaan posisi cash flow positif.
6. Memaksimalkan rancangan lereng pit sehingga memperkecil kemungkinan terjadi kelongsoran
7. Upayakan pencapaian keuntungan ekonomi pada kondisi produksi yang wajar dan upayakan COG alternatif

PERSIAPAN PENAMBANGAN (DEVELOPMENT)
Merupakan kegiatan persiapan untuk penambangan dan pengangkutan yang antara lain meliputi pembuatan lubang-lubang bukaan kearah dan didalam endapan yang sudah pasti ada, proses yang termasuk disini adalah semua tahapan yang diperlukan suatu tambang menuju ke penjadwalan produksi yang lengkap seperti persiapan peralatan penambangan, pembuatan jalan hauling, infrastruktur, konstruksi, stockfield, pelabuhan, dll.
Factor-faktor yang mempengaruhi pekerjaan persiapan penambangan adalah :
1. Factor lokasi
2. Factor geologi dan alam seperti topografi, ukuran, bentuk, kedalaman bijih, mineralogy, petrografi, struktur, genesa bahan galian, kekuatan batuan, dll
3. Factor social, ekonomi, politik, lingkungan : demografi, keterampilan penduduk setempat, financial, pemasaran, dll
Tahapan pekerjaan penting dalam persiapan penambangan tamka adalah :
1. Inisiasi (inisiatif) rencana reklamasi sebagai bagian dari persyaratan dampak lingkungan
2. Penentuan tempat penimbunan tanah pucuk (top soil) dan limbah
3. Penentuan dari pengupasan tanah penutup untuk mendapatkan jalan ke endapan